JAKARTA || LINGKARAKTUAL.COM || — Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Teguh Istiyanto, menyoroti kondisi jaringan telekomunikasi di sekitar kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Hal tersebut disampaikan Teguh saat melakukan siaran langsung dari kawasan depan gerbang Gedung DPR RI. Dalam siaran tersebut, ia mengaku mengalami kesulitan mendapatkan sinyal telekomunikasi.
“Ini kok saya live, ini kan nggak ada sinyalnya. Menurut informasi warga yang di sini, di depan area gerbang ini kayak di-blank,” ujar Teguh.
Teguh mengaku heran dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kawasan Gedung DPR RI merupakan salah satu pusat pemerintahan yang seharusnya didukung infrastruktur komunikasi memadai.
“Saya nggak tahu kok ada satu tempat atau satu area yang tidak ada sinyalnya. Padahal ini kan ibu kota. Ibu kota harusnya sinyalnya full,” katanya.
Ia menilai akses terhadap jaringan komunikasi menjadi hal penting bagi masyarakat, khususnya di kawasan pusat pemerintahan dan lembaga negara.
“Karena ibu kota itu, semua komunikasi sangat penting sekali. Ibu kota dan warga masyarakat juga berhak untuk akses untuk itu,” lanjutnya.
Meski mengeluhkan kondisi tersebut, Teguh belum menyimpulkan penyebab hilangnya sinyal di lokasi. Ia mengatakan pihaknya masih melihat perkembangan kondisi di lapangan.
Dugaan bahwa jaringan sengaja mengalami blank spot juga belum dapat dipastikan. Gangguan jaringan, kepadatan trafik, kondisi teknis operator, maupun faktor lainnya masih memerlukan penjelasan dari pihak terkait.
Teguh juga mengisyaratkan adanya rencana kegiatan lanjutan di sekitar Gedung DPR RI pada sore hari atau hari berikutnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak operator telekomunikasi maupun instansi terkait mengenai penyebab kesulitan sinyal yang dikeluhkan Teguh di kawasan tersebut.
Publik pun menunggu penjelasan: apakah kondisi tersebut murni gangguan teknis atau ada faktor lain yang menyebabkan sinyal telekomunikasi mendadak sulit diakses di depan Gedung DPR RI.
(Red)











