NASIONAL || LINGKARAKTUAL.COM || – Oleh : Brigjen TNI Wawan Erawan,S.E.,M.M – A. Berawal dari adanya berbagai perubahan yang terjadi dalam lingkungan strategis baik yang bersifat Global, Regional maupun nasional yang menganut kriteria VUCA (Volatiliy, uncertaintly, compleksity dan Ambiguity) menuntut kita sebagai negara yang berdaulat wajib mengetahuinya sebagai salah wujud kewaspadaan dalam meningkatkan keamanan dan perrahanan negara.
Global:
Perubahan dunia yang sangat cepat saat ini tidak terlepas dari peran dan pengaruh negara negara besar yang ingin mempertahankan hegemoninya dari pihak negara lain, baik dari segi Ekonomi, perdagangan, militer, sign, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam dunia militer, saat ini kita sedang dipertotonkan oleh adanya model perang baru yang dilakukan oleh negara Iran dan Amerika, dan ini bisa dikatakan sebagai perang modern saat ini, dimana perang tidak lagi Konvensional berhadapan secara fisik akan tetapi cukup diwakili oleh saling berhadapannya system teknologi alat perang yang mengedepankan Iptek, cyber dan penggunaan ruang spektrum. sedangkan dari segi ekonomi saat ini terjadi adanya penguasaan terhadap salah satu komoditi yang sangat strategis oleh negara tertentu, penguasaan rantai pasok, perebutan energi dll.
Kemudian yang tidak kalah pentingnya sekarang adanya perubahan iklim global yang banyak berpengaruh pada system iklim bumi shg pertanian, Perkebunan dan bahkan peternakan banyak yang mengalami kegagalan.
Regional:
Dari Kawasan Asia yang saat ini sedang tren Adalah sengketa Laut China Selatan yaitu adanya penguasan atau klaim sepihak Tiongkok terhadap negara negara yang berada di kawasan Laut China Selatan termasuk didalamnya Adalah negara Indonesia, dimana Sebagian wilayah laut Indonesia di daerah Natuna Utara di klaim masuk ke dalam wilayah Nine Dush Line negara China.
Kemudian adanya issue transisi ekonomi digital salah satunya dengan adanya kemudahan belanja online yang akan berdampak pada keamanan data dan persaingan bisnis yang ketat terutama dengan pola bisnis konvensional.
Nasional:
Berbagai issu yang berkembang saat ini di negara kita perlu diwaspadai sehingga stabilitas nasional bangsa Indonesia masih bisa stabil, diantaranya Adalah issu penangkapan para koruptor, belum stabilnya harga BBM dan issu program pemerintah makan bergizi gratis dan kopersi merah putih.
B. Tinjauan bela negara dari perspektif Negara, Agama dan Budaya
Negara
Menurut UUD RI tahun 45 teruma pasal 27 dan pasal 30 yang menyatakan bahwa tiap tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara (pasal 27) dan tiap tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.(pasal 30)
Agama
Menurut agama islam bahwa membela negara ini Adalah Sebagian dari Iman Husbul Wathon minal Iman, sehingga panggilan bela negara sesungguhnya Adalah panggilan iman yang merupakan salah satu ibadah sosial umat islam.
Budaya:
Dalam budaya sunda membela negara bukan saja mengangkat senjata akan tetapi sebagai wujud membela Bumi, manusia dan Tradisi leluhur.
Membela Bumi. Ada pepatah Sunda yang mengaharuskan kita menajaga bumi sebagai contoh: tanah gawir awian, taneuh ledok sawahan, taneuh baseuh balongan, taneuh leuweung kaian, walungan rawatan, basisir jagaan.
Ini Adalah pepatan sunda dalam menjaga bumi untuk menyelamatkan kita sebagai penghuninya, namun saat ini apa yang terjadi taneuh gawir anu kuduna dipelakan kalahkan hayoh diimahan, nya wajar lamun anu nyicinganana teu salamet da kena ku longsor, ayeuna taneuh ledok sawahan, kalah ka di imahan di Jieun mall dijieun pabrik, nya wajar we lamun tepi ka ayeuna beas mahal urang impor.
Barudak leutik geus teu nyahoeun anu kumaha tangkal pare, jeung sajabana. Membela manusia, di sunda ada pepatah sunda silih asih silih asah silih asuh ini melambangkan adanya ikatan yang kuat bagaimana kita saling memberikan manfaat antar sesama warga negara.bagaima kita harus saling mengasihi dan menyayangi, saling membimbing pada kebenaran dan saling menjaga.
Menjaga Tradisi
Ada tradisi , jaga tradisi yang menyatakan urang sunda mah someah hade ka semah, jaga kesenian dan kebudayaanya, jaga bahasanya, jaga kearifan lokalnya, gotong royong sabilulungan.
Mengingat pentingnya Belanegara di tinjau dari aspek Negara, agama dan budaya maka tidak ada alasan bagi warga negara untuk tidak ikut serta dalam membela negaranya sendiri,oleh karenanya TNI sesuai amanat UUD RI tahun 1945 mempunyai kewajiban untuk melatih dan menyiapkan kemampuan warga negara untuk membela negara.
Apalagi Indonesia menganut system pertahan total atau Sishankamrata yang paling ditakuti oleh negara luar, dimana kekuatan total bangsa Indonesia berupa Komponen utama, Cadangan dan pendukung dapat digunakan untuk memperhankan kedaulatan negaranya.











