PURWAKARTA, JAWA BARAT || Lingkaraktual.com || – Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) terus menunjukkan komitmennya sebagai organisasi yang mengedepankan persatuan, profesionalisme, serta penguatan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam membangun Indonesia dari desa.
Memasuki rangkaian kegiatan Orientasi Nasional “Berdesa, Berbangsa dan Bernegara”, Rapat Kerja Pengurus Pusat Masa Bhakti 2026–2032, pelantikan pengurus, hingga peluncuran Satgas Nasional PABPDSI, organisasi ini kembali menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional.

Sebagai bagian dari penyempurnaan teknis penyelenggaraan kegiatan, Panitia Pengurus Pusat PABPDSI secara resmi mengumumkan perubahan lokasi acara puncak yang semula direncanakan di Lapangan Yon Armed 9 Kostrad menjadi Alun-Alun Pasanggrahan Pajajaran, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Perubahan ini dilakukan demi memberikan kenyamanan, keamanan, dan akses yang lebih baik bagi seluruh tamu undangan, peserta, serta masyarakat yang akan hadir dalam momentum nasional tersebut.

Keputusan tersebut menunjukkan kesiapan PABPDSI dalam menyelenggarakan agenda besar secara profesional tanpa mengurangi substansi kegiatan yang telah dijadwalkan. Seluruh agenda utama tetap berlangsung sesuai rencana pada Senin, 13 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Dalam berbagai kesempatan, jajaran Pengurus Pusat menegaskan bahwa orientasi nasional ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah memperkuat kapasitas anggota BPD agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa sekaligus menjalankan fungsi legislasi, aspirasi masyarakat, dan pengawasan secara optimal.
Momentum ini juga menjadi ajang memperkuat semangat kebangsaan, mempererat solidaritas antaranggota BPD dari seluruh Indonesia, serta menyatukan visi untuk membangun desa yang mandiri, transparan, maju, dan berdaya saing.
Salah satu fokus utama yang terus digaungkan PABPDSI adalah penguatan fungsi pengawasan anggaran desa. Di tengah semakin besarnya dana yang dialokasikan pemerintah untuk pembangunan desa, BPD memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengawasan yang dilakukan bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga amanah rakyat. Dengan pengawasan yang profesional dan berintegritas, pembangunan desa akan berjalan lebih efektif, potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa akan semakin meningkat.
Selain itu, semangat sosial juga menjadi roh perjuangan PABPDSI.
Organisasi ini mengajak seluruh anggota BPD agar senantiasa hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, mendorong penyelesaian persoalan secara musyawarah, serta mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Melalui kegiatan orientasi nasional ini, para peserta dibekali wawasan mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan desa, penguatan kelembagaan, sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, serta strategi mendukung implementasi program-program pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa.
Peluncuran Enam Satgas Nasional PABPDSI juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran organisasi di berbagai bidang. Satgas diharapkan menjadi motor penggerak yang aktif dalam pendampingan, edukasi, advokasi, serta pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan desa di seluruh Indonesia.
Ketua Umum PABPDSI beserta seluruh jajaran pengurus mengajak seluruh anggota BPD untuk terus menjaga semangat persatuan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat integritas dalam menjalankan amanah. Desa yang kuat hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen pemerintahan desa berjalan selaras, saling mengawasi secara konstruktif, dan bekerja dengan semangat gotong royong.
Dengan terselenggaranya Orientasi Nasional, Rapat Kerja, Pelantikan Pengurus, serta berbagai agenda strategis lainnya di Purwakarta, diharapkan lahir energi baru bagi seluruh keluarga besar PABPDSI untuk terus menjadi garda terdepan dalam membangun desa yang maju, mandiri, demokratis, dan berkeadilan.
PABPDSI percaya bahwa masa depan Indonesia dimulai dari desa. Ketika desa dikelola dengan baik, anggaran diawasi secara bertanggung jawab, aspirasi masyarakat diperjuangkan, dan nilai-nilai kebangsaan dijaga, maka Indonesia akan semakin kuat, sejahtera, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan penuh optimisme.
“BPD Bersatu, Desa Maju, Anggaran Terjaga, Rakyat Sejahtera, Indonesia Jaya.”
( E.Rahman Kalauw )











