Beranda News Gubernur Jawa Barat KDM di Mohon Turun Tangan Atas Bantuannya Pembangunan Curug...

Gubernur Jawa Barat KDM di Mohon Turun Tangan Atas Bantuannya Pembangunan Curug Ngelay di Kabupaten Kuningan

KUNINGAN , Jawa barat || Lingkaraktual.com || Objek wisata air terjun Curug Ngelay yang beralamat di Desa Bagawat Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan Jawa Barat perlu bantuan pemerintah setempat provinsi atau pusat untuk dibangun menjadi objek wisata alam air terjun tingkat provinsi karena keindahan curugnya dan alam sekitarnya yang masih asri sehingga bisa memikat para penikmat traveling untuk bersantai menikmati keindahan alam di Curug Ngelay.

Curug Ngelay selama ini belum diadakan penataan yang baik karena menyangkut anggaran yang cukup besar sampai saat ini belum ada bantuan pemerintah untuk pembangunan Curug Ngelay sementara yang berkunjung ke Curug Ngelay hanya masyarakat sekitaran kecamatan Selajambe , khususnya warga Desa Begawat itupun hanya sesekali saja karena kondisi alam sekitar Curug Ngelay belum tertata dengan baik apalagi akses jalan menuju lokasi masih jalan tanah belum diaspal padahal air terjun Curug Ngelay sangat indah dengan ketinggian air 100 m dengan lebar 50 m dari sumber mata air yang bersih dan jernih. Dilangsir dari media Ginewstv

Ditemui diruang kerjanya Kamis (08/05/2025) Sukandar, Spd, MM kepala desa Begawat membenarkan bahwa desanya mempunyai potensi wisata alam yaitu Curug Ngelay namun sayangnya sampai saat ini belum ada bantuan pemerintah untuk di tata lebih baik lagi padahal Curug Ngelay mempunyai potensi wisata yang sangat tinggi dan bisa memikat para pengunjung.
” Sampai saat ini belum ada bantuan pemerintah baik pusat atau daerah untuk membangun objek wisata air terjun Curug Ngelay padahal kami sudah mengajukan permohonan untuk dibangun tapi sampai saat ini belum ada.” Ucapnya.

*KDM BAPA AING segera berikan bantuan*
Dengan lagi viralnya gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi ( KDM ) BAPA AING yang sangat mencintai keindahan alam maka pemdes Begawat sangat berharap KDM segera turun melihat keindahan Curug Ngelay dan memberikan bantuan untuk pembangunan Curug Ngelay sehingga bisa mengundang banyak wisatawan untuk berkunjung menikmati keindahan alam air terjun Curug Ngelay.

Berita Lainnya  Bantu Kenyamanan Pemudik, KNPI Kabupaten Bekasi Kembali Dirikan Posko Mudik Lebaran 2026

Menurutnya Curug Ngelay sudah menjadi salah satu objek wisata yang ada di kabupaten Kuningan namun sampai saat ini kondisinya belum terawat dengan baik karena masih utuh belum ada perbaikan sehingga sulit dijangkau dan kurang menarik karena belum memiliki sarana prasarana yang memadai seperti toilet, listrik dan jalan.

Padahal Curug Ngelay sangat potensi untuk dijadikan destinasi wisata air terjun yang mempesona karena keindahan air terjunnya yang bersih dan alamnya yang indah dan ini sudah menjadi program potensi wisata alam yang nantinya akan menjadi salah satu sumber pendapatan desa ataupun pemerintah setempat namun sayangnya sampai saat ini belum mendapat bantuan pemerintah untuk ditata lebih baik lagi.

Sukandar berharap pemerintah daerah dan provinsi ataupun pusat segera melirik melakukan pemantauan dan perhatian untuk membangun Curug Ngelay menjadi objek wisata air terjun tingkat nasional.

Disamping itu juga sangat disayangkan akses jalan menuju Curug Ngelay saat ini kondisinya rusak perlu perhatian pemerintah daerah karena jalan akses menuju Desa Bagawat adalah jalan kabupaten yang saat ini kondisinya rusak sehingga perlu perbaikan segera.

” Iya ini jalannya saat inikan rusak sedangkan ini kan jalan milik kabupaten jadi kami pemdes Bagawat tidak bisa memperbaiki akses jalan terkecuali jalan milik desa.” Tambah Sukandar

Sukandar dan masyarakat Desa Bagawat sangat berharap kepada Bupati Kuningan dan Gubernur Jawa Barat KDM Bapa Aing agar Curug Ngelay secepatnya bisa dibangun untuk dijadikan objek wisata air terjun tingkat nasional “. Pungkasnya.

(D.Ferdyan-Red)

Jabar Tangkap 36 Target Premanisme dan 109 Diamankan Ganggu Ketertiban Dalam Operasi Pekat II Lodaya 2025

Berita Lainnya  Sarang Peredaran Obat Keras Kian Marak di Wilayah Cikampek

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT

SIARAN PERS
TENTANG

 

BANDUNG,
||Lingkaraktual.com||

 

Polda Jabar Tangkap 36 target Premanisme dan 109 diamankan ganggu ketertiban dalam Operasi Pekat II Lodaya 2025

Polda Jabar melaporkan perkembangan signifikan dalam pelaksanaan Operasi Pekat II Lodaya 2025 yang digelar sejak 1 Mei hingga 10 Mei 2025. Operasi ini menyasar aksi-aksi premanisme yang dinilai mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah hukum Jawa Barat.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H. mengatakan bahwa berdasarkan data hingga hari kedelapan, sebanyak 36 dari 44 target operasi berhasil diungkap, atau setara dengan 81,82 persen dari total target yang ditetapkan. Selain itu, kepolisian juga mengamankan 109 pelaku non-target, mencatat 98 korban, dan menangani 99 kasus premanisme yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk terminal, pasar tradisional, proyek pembangunan, hingga kawasan sengketa tanah dan hiburan malam.

Beragam barang bukti berhasil disita, antara lain 42 bilah senjata tajam, 1 airsoft gun, 15 sepeda motor, 4 mobil, 8 ponsel, 46 dokumen, dan uang tunai sebesar Rp 1.320.500.

“Operasi ini melibatkan 935 personel, terdiri dari 185 anggota Polda dan 750 anggota dari satuan wilayah jajaran.” ujar Irjen Rudi Setiawan, Jum’at (09/05/2025)

Menanggapi capaian tersebut, Kapolda Jabar menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat.

“Polda Jabar serius dan konsisten dalam menindak segala bentuk premanisme yang meresahkan warga. Operasi ini tidak hanya untuk penindakan, tetapi juga sebagai bentuk pencegahan melalui kegiatan intelijen dan pembinaan masyarakat. Kami juga menyasar pelaku – pelaku yang beroperasi secara digital.” katanya.

Ia menambahkan, Polda Jabar berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan serta membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar lebih berani melapor bila mengalami atau menyaksikan aksi premanisme.

Berita Lainnya  Sambut Hari Raya Idul Fitri Sukacita Kades Sukamekar Ucapkan Selamat Idul Fitri 1547 Hijriah

“Polda Jabar optimistis dapat menuntaskan operasi ini dengan hasil maksimal, menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan mendukung pertumbuhan investasi di Jawa Barat.” ungkapnya.

Selama pelaksanaan Operasi Pekat II, Ditreskrimum Polda Jabar bersama satuan wilayah juga berhasil mengungkap sejumlah kasus pemerasan dan pungli yang dilakukan oleh pelaku premanisme di berbagai lokasi. Di antaranya,

Pengungkapan praktik pungli di Pasar Caringin Kota Bandung yang dilakukan oleh kelompok pelaku yang memaksa sopir kendaraan niaga membayar uang parkir tanpa dasar hukum, serta aksi premanisme penjualan minuman secara paksa. Di Ciamis, Polisi menangkap sekelompok pelaku yang melakukan kekerasan terhadap orang dan barang di Pasar Ramadan, yang sempat viral di media sosial.

Selain itu, dalam unjuk rasa Hari Buruh (Mayday) di Taman Dago Kota Bandung, seorang mahasiswa diamankan karena membawa senjata tajam dan tongkat pemukul serta terjadi pengrusakan berat yang dilakukan 3 pelaku terhadap mobil patroli milik Polsek Kiaracondong dan tersangka kini ditahan di Mapolda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menuturkan bahwa di wilayah Subang, premanisme juga terungkap di kawasan industri Smartpolitan dan pabrik keramik, di mana sopir logistik dipaksa membayar pungutan keamanan fiktif. Kasus serupa terjadi di Pasar Bogor, dengan modus penjualan kue secara paksa kepada pedagang, yang dilakukan oleh pelaku dengan rekam jejak panjang dalam kegiatan pungli. Bahkan, praktik pungutan parkir liar yang dikendalikan oleh individu bersenjata tajam juga berhasil dibongkar di sekitar Cafe Bajawa, Kota Bogor.

*Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar*

(D.Ferdyan-Red)

Bagikan Artikel