Beranda Ekonomi Kabupaten Blitar dan Kota Tasikmalaya Sepakati Kerja Sama Strategis, Perkuat Ketahanan Pangan...

Kabupaten Blitar dan Kota Tasikmalaya Sepakati Kerja Sama Strategis, Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga Telur

BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || – Pemerintah Kabupaten Blitar resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama yang berlangsung di Kantor Wali Kota Tasikmalaya, Selasa (23/6/2026).

Kerja sama antardaerah tersebut difokuskan pada penguatan ketahanan pangan serta pengendalian inflasi daerah, khususnya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan strategis berupa telur ayam ras.

Bupati Blitar Rijanto yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Tasikmalaya beserta jajaran atas sambutan yang diberikan kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Menurut Rijanto, kolaborasi antara daerah produsen dan daerah konsumen merupakan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional dari tingkat daerah.

“Merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan bagi Pemerintah Kabupaten Blitar dapat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Kami meyakini kolaborasi ini akan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua daerah,” ujar Rijanto.

Berita Lainnya  Prabowo Lantik Pimpinan Baru BGN dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Ia menjelaskan, Kabupaten Blitar memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perkebunan, industri hingga pariwisata. Dengan luas wilayah mencapai 1.745,38 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa, Kabupaten Blitar selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.

Selain menghasilkan berbagai komoditas pertanian unggulan seperti cabai rawit, melon, belimbing, dan nanas, Kabupaten Blitar juga menjadi sentra produksi telur ayam ras terbesar di Jawa Timur serta termasuk yang terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data yang disampaikan Bupati Rijanto, produksi telur ayam ras di Kabupaten Blitar mencapai rata-rata sekitar 721 ton per hari yang dihasilkan oleh lebih dari 4.000 peternak rakyat.

Potensi tersebut menjadi salah satu dasar utama terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Blitar dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

“Produksi telur ayam ras di Kabupaten Blitar mencapai rata-rata sekitar 721 ton per hari yang dihasilkan lebih dari 4.000 peternak rakyat. Potensi besar inilah yang menjadi salah satu dasar terbangunnya kerja sama antara Kabupaten Blitar dan Kota Tasikmalaya,” jelasnya.

Berita Lainnya  Tingkatkan Kepercayaan Investor, Pemprov Jabar dan PT PII Tandatangani Perjanjian Penjaminan TPPASR Legok Nangka

Melalui kesepakatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar menyatakan kesiapan untuk menjadi daerah pemasok komoditas telur ayam ras guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya, termasuk mendukung pelaksanaan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

> “Kabupaten Blitar siap berkontribusi memenuhi sebagian kebutuhan telur Kota Tasikmalaya melalui kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” tegas Rijanto.

 

Untuk menjamin keberlangsungan pasokan, Pemkab Blitar juga telah memfasilitasi pembentukan berbagai koperasi dan asosiasi peternak rakyat. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kelembagaan peternak, meningkatkan kualitas produksi, serta menjaga stabilitas distribusi komoditas.

Lebih jauh, Rijanto menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun tidak hanya berorientasi pada perdagangan komoditas pangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas antarwilayah.

Berita Lainnya  Polsek Berastagi Berpartisipasi Ikut Kerja Bakti Jalur Wisata Semangat Gunung, Wujudkan Destinasi Bersih dan Nyaman

Menurutnya, sinergi antara daerah produsen dan konsumen akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan nasional, peningkatan kesejahteraan petani dan peternak, stabilitas harga, serta akses masyarakat terhadap pangan yang berkualitas.

> “Ketika daerah produsen dan daerah konsumen mampu berkolaborasi dengan baik, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat, kesejahteraan petani dan peternak meningkat, harga lebih stabil, serta masyarakat memperoleh akses pangan berkualitas,” katanya.

 

Rijanto berharap penandatanganan kesepakatan bersama tersebut menjadi langkah awal bagi pengembangan kerja sama di berbagai sektor lainnya, seperti perdagangan, investasi, pengembangan UMKM, pariwisata, pendidikan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

> “Mari kita jadikan momentum ini sebagai komitmen bersama untuk membangun daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui semangat kolaborasi dan gotong royong,” pungkasnya.

(ric)

Bagikan Artikel