Beranda Budaya Penanaman Pohon Jadi Simbol Kepedulian Lingkungan, 26 Calon Pengantin di Sutojayan Ikuti...

Penanaman Pohon Jadi Simbol Kepedulian Lingkungan, 26 Calon Pengantin di Sutojayan Ikuti Bimwin Ekoteologi

BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — Sebanyak 26 pasangan calon pengantin di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, mengikuti kegiatan penanaman pohon tabebuya di area alun-alun Pendopo Kecamatan Sutojayan, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Penyuluhan dan Pembekalan Calon Pengantin melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bertema “Penanaman Pohon Ekoteologi: Merawat Bumi Menjaga Kehidupan, Mewujudkan Ekoteologi untuk Negeri.”

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Sutojayan, Arinal Huda, bersama Kepala KUA Sutojayan, Imam Royani. Selain calon pengantin, acara juga dihadiri sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Sutojayan.

Penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus simbol tanggung jawab moral generasi muda terhadap lingkungan hidup. Pohon tabebuya dipilih tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga diharapkan mampu mempercantik kawasan alun-alun dan menjadi penanda yang memiliki nilai keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Berita Lainnya  PJU Banyak yang Mati, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Diduga Tutup Mata, Anggaran Perawatan Jadi Sorotan Publik

Dalam sambutannya, Camat Arinal Huda menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna jangka panjang. Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan yang dapat diwariskan kepada anak cucu di masa depan.

“Penanaman pohon ini menjadi penanda secara turun-temurun kepada generasi yang akan datang. Selain memberikan manfaat penghijauan dan memperindah lingkungan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari ibadah dalam merawat bumi,” ujar Arinal Huda.

Sementara itu, Kepala KUA Sutojayan, Imam Royani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Agama kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan kementerian untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.

Berita Lainnya  Peresmian GI KSPM UMT Perkuat Inklusi Keuangan, dengan Menggandeng BI, OJK, dan BEI Syiarkan Litetasi Keuangan Syariah di Banten Bersama Henan Putihrai Sekuritas Perkuat Literasi Investasi Syariah dan 6 Pilar Lazismh

“Kegiatan ini atas instruksi Menteri Agama kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di dalam kementeriannya,” kata Imam Royani.

Konsep ekoteologi sendiri menekankan pentingnya hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual. Melalui kegiatan ini, para calon pengantin tidak hanya dibekali kesiapan membangun rumah tangga, tetapi juga diajak menanamkan kesadaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sejak awal kehidupan berkeluarga.

Rangkaian acara diawali dengan penanaman pohon bersama di kawasan alun-alun pendopo kecamatan, kemudian dilanjutkan dengan pembekalan dan penyuluhan bagi para calon pengantin. Materi yang diberikan mencakup pembinaan kehidupan rumah tangga, tanggung jawab keluarga, hingga pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Berita Lainnya  Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lengkap, Pokja IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Layangkan Surat Klarifikasi ke PT Solusi Cuci Nusantara

Program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, sekaligus menghadirkan nilai-nilai kebermanfaatan dalam kehidupan keluarga dan sosial masyarakat. (ric)

Bagikan Artikel