Beranda News Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Gerakan Atasi Sampah

Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Gerakan Atasi Sampah

KOTA BANDUNG, PROVINSI JABAR || LINGKARAKTUAL.COM || – Pemkot Bandung melalui Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak warga, komunitas, dan media memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah saat membuka KG Cup 2025 Clean Up and Healthy Movement di Taman Maluku dan Taman Inklusi (5/12/2025).

Wali Kota Muhammad Farhan mengapresiasi keterlibatan Kompas Gramedia yang membantu petugas kebersihan dalam menjaga ruang publik.

“Ternyata di Taman Maluku atau Taman Inklusi ini para petugasnya cuma sedikit, jadi perlu bantuan, maka saya tugaskan karyawan KG di Kota Bandung untuk bantuin para petugas,” ujar Muhammad Farhan.

Wali Kota Bandung menjelaskan kondisi timbulan sampah Kota Bandung mencapai 1.492 ton per hari, di mana hanya 981 ton yang dapat diangkut ke TPA sehingga sisanya harus dikelola di dalam kota.

Berita Lainnya  Aplikasi Ojek Online Lokal GOKAR Siap Launching, Driver Membludak di Karawang

“Sisanya sekitar 500-an ton itu kita kelola di dalam Kota Bandung, sampai sejauh ini semua fasilitas yang kita bangun baru bisa mengelola 250 ton,” ujar Muhammad Farhan.

Ia menargetkan kapasitas pengelolaan meningkat menjadi 320 ton pada akhir 2025 dan 500 ton pada pertengahan 2026.

Wali kota merinci empat proses besar pengelolaan sampah yaitu pemilahan, pengolahan, pemanfaatan, dan pemusnahan dengan penggunaan insinerator kecil secara ketat.

Muhammad Farhan menyebut industri daur ulang plastik berkembang pesat di kawasan Cigondewah dan beberapa pasar mulai menyiapkan fasilitas pengolahan sampah.

Berita Lainnya  Kegiatan Panen Raya dan Penanaman di Pulau Tidung Kecil: Wujud Ketahanan Pangan Kepulauan Seribu

“Kalau Anda datang ke Pasar Gedebage, kita sudah punya pengolahan 20 ton sehari untuk sampah organik,” ujar Muhammad Farhan.

Ia menyampaikan rencana pengembangan fasilitas serupa di Pasar Caringin dan Ciwastra, termasuk pemanfaatan terminal lama sebagai lokasi pengolahan berbasis komunitas.

Wali kota menegaskan keterlibatan warga sangat penting karena kapasitas pemerintah masih terbatas.

“Warga Kota Bandung sangat kritis, namun pada saat bersamaan mereka tidak hanya sekadar mengkritik tapi juga melakukan sesuatu,” ujar Muhammad Farhan.

Ia berharap langkah Kompas Gramedia menjadi teladan bagi komunitas lain untuk memperkuat gerakan kebersihan.

Pemkot Bandung kini menyiapkan program Sampah Gaslah dengan 1.597 petugas pemilah dan pengolah yang akan membantu pemilahan dari rumah ke rumah.

Berita Lainnya  Rangkul Semua Tanpa Perbedaan, Karangmukti Junjung Tinggi Silaturahmi

“Mereka tugasnya datang ke setiap rumah bantu milah, yang organiknya diambil lalu diolah,” jelas Muhammad Farhan.

Dari sisi ekonomi, ia memaparkan potensi nilai sampah mencapai Rp315.000 per ton ditambah biaya pengangkutan Rp90.000 dan PPN 11 persen.

“Jadi hampir Rp450.000 per ton kali 1.500 ton per hari,” ujar Muhammad Farhan.

Wali kota menutup kegiatan dengan menekankan pentingnya gerakan bersama karena kebersihan kota tidak dapat ditopang hanya oleh petugas kebersihan, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Editor: Diskominfo Kota Bandung

 

(D.F & Red)

Bagikan Artikel