CIKARANG, KABUPATEN BEKASI, LINGKARAKTUAL.COM – Puluhan warga yang terdampak banjir mendatangi kantor pengembang Perumahan Villa Kencana Cikarang sebagai bentuk protes atas tuntutan yang dinilai tidak kunjung direalisasikan sejak tahun 2023.
Aksi tersebut dilakukan karena warga merasa keluhan terkait penanganan banjir hanya dijanjikan tanpa adanya solusi nyata. Minggu (22/02/2026).
Warga mengaku banjir yang kerap melanda kawasan perumahan telah menyebabkan kerugian materiil maupun ketidaknyamanan bagi masyarakat.
Sejak tahun 2023, warga telah beberapa kali menyampaikan aspirasi kepada pihak developer agar segera melakukan perbaikan sistem drainase dan penanganan lingkungan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan tuntutan agar pihak pengembang segera merealisasikan janji-janji penanganan banjir yang sebelumnya telah disampaikan.
Warga dari sejumlah blok terdampak seperti Blok EE, CC, GG, FF, OO, BB, P, dan L menyuarakan tuntutan agar pihak pengembang segera mengambil langkah konkret dalam menangani sistem drainase yang memadai dan aliran air yang masuk ke kawasan perumahan.
Mereka berharap adanya langkah konkret seperti normalisasi saluran air, pembangunan drainase yang memadai, serta solusi jangka panjang untuk mencegah banjir terulang kembali.
Salah satu warga dari blok GG, “F yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan langsung keluhannya kepada awak media. Ia berharap adanya perbaikan infrastruktur saluran air yang dinilai menjadi penyebab utama banjir berulang, salah satunya gorong-gorong di dekat konter Hanifah Cell.” Ujarnya.
“F berharap mudah-mudahan gorong-gorong yang ada di Hanifah Cell bisa diganti dengan gorong-gorong besar.
Selain itu, sumber aliran air dari perumahan BSD menuju Villa Kencana Cikarang bisa ditutup, sehingga Villa Kencana ini bukan jadi rumah terminal air. Kami ingin lingkungan yang bersih, ekonomi yang baik, dan bebas banjir,” ujarnya.
“F juga mengungkapkan kerugian materiil yang dialaminya akibat banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. Mesin Air mati, Mesin cuci mati, lemari hancur, tembok rusak, kipas rusak, dan lemari es hampir terendam, alhamdulillah masih bisa selamat,” Terangnya.
Warga menyatakan bahwa aksi mendatangi kantor developer merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang merasa diabaikan.
Tuntutan warga :
1. Pembersihan sipon gorong gorong di wilayah Desa Sukajadi.
2. Menyediakan rumah pompa di titik titik yang di butuhkan
3. Perbaikan dan pembesaran gorong gorong di beberapa blok
4. Perbaikin jalan rusak akibat banjir
5. Ganti rugi materi dan non materi akibat banjir
6. Penyelesaian revitalisasi danau dan turap
7. Normalisasi dan drainase perbatasan perum vkc dan kali Pulo sirih
8. Penerangan jalan umum (PJU).
Warga berharap pihak developer segera memberikan kepastian dan solusi nyata, sehingga permasalahan banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun dapat segera teratasi.
Aksi berjalan dengan tertib dengan pengawalan pihak keamanan setempat, dihadiri Kepala Desa Sukajadi dan Kepala Desa Karangsentosa, dan juga beberapa personil dari kepolisian dan TNI, Warga menegaskan akan terus memperjuangkan hak mereka hingga mendapatkan solusi yang jelas dari pihak developer.
(Red)











