PANTURA-INDRAMAYU, JAWA BARAT, LINGKARAKTUAL.COM — Rencana pemberian kompensasi kepada para penyapu koin di jalur Pantura Indramayu menuai penolakan. Sejumlah penyapu koin mengaku keberatan dengan nominal bantuan yang ditawarkan, yakni sebesar Rp50 ribu per hari.
Para penyapu koin menilai, angka tersebut jauh di bawah penghasilan yang biasa mereka dapatkan dari aktivitas sehari-hari di jalan. Salah satu penyapu koin mengungkapkan bahwa dalam sehari dirinya bisa meraup hingga Rp150 ribu dari koin yang dilempar pengendara.
“Kalau cuma Rp50 ribu, jelas tidak cukup. Saya per hari bisa dapat Rp150 ribu,” ujar salah satu penyapu koin.
Penolakan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak yang berencana menertibkan aktivitas tersebut. Di satu sisi, keberadaan penyapu koin kerap dianggap membahayakan keselamatan karena dilakukan di tengah lalu lintas padat. Namun di sisi lain, aktivitas ini telah menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian warga.
Hingga kini, belum ada kesepakatan antara para penyapu koin dan pihak pemberi kompensasi yakni gubernur jabar kang Dedi Mulyadi, Diperlukan solusi yang lebih bijak agar aspek keselamatan tetap terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan ekonomi masyarakat setempat.
(Red)











