KARANGBAHAGIA, KABUPATEN BEKASI, LINGKARAKTUAL.COM — Warga yang tinggal di sekitar RS DKH Sukatani mengeluhkan adanya saluran pembuangan air dari area rumah sakit yang diduga mengalir langsung ke halaman rumah warga. Senin (16/03/2026).
Kondisi tersebut dinilai sangat meresahkan. Pasalnya, air yang keluar dari saluran tersebut kerap menggenang, jika hujan air meluap di area pekarangan rumah warga dan dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan maupun kesehatan.
Salah seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak rumah sakit. Namun hingga kini belum ada langkah konkret yang dilakukan untuk memperbaiki ataupun menata ulang saluran pembuangan tersebut.
“Sudah pernah disampaikan keluhannya, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Airnya tetap saja mengalir ke halaman rumah warga jika hujan turun,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pihak rumah sakit segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki sistem saluran pembuangan agar tidak lagi mengarah ke permukiman warga.
Awak media mencoba konfirmasi ke pihak rumah sakit dan berhasil bertemu HRD atas nama Suroso, dan memberikan keterangan “Saya akan sampaikan keluhan ini kepada para pimpinan saya, karena setahu saya saluran itu sudah pernah dibuat.” Ujar Suroso
Tokoh masyarakat bahkan dari pihak unsur pemerintah Desa sudah mengetahui, tetapi hal tersebut tenggelam seperti tidak ada tindakan konkret.
Mereka juga meminta dinas terkait di Kabupaten Bekasi untuk turun tangan melakukan pengecekan terhadap sistem pengelolaan limbah dan drainase di rumah sakit tersebut.
Pasalnya, sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit seharusnya memiliki sistem pengelolaan air limbah dan drainase yang baik serta tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.
Jika Rumah sakit lalai seperti itu, maka keselamatan warga sekitar menjadi prioritas dampak utama dalam mengendap penyakit yang diduga muncul dari air kotoran tersebut.
Warga berharap permasalahan ini segera mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan konflik lingkungan yang lebih luas di kemudian hari.
Penulis: Nendang











