SUKARINGIN, KABUPATEN BEKASI || LINGKARAKTUAL.COM || – Kondisi infrastruktur pertanian di Desa Sukaringin, khususnya saluran irigasi vital, mendapat sorotan tajam dari para petani setempat. Karman, seorang petani yang sehari-hari bekerja di ladang sawah, menyuarakan keprihatinannya atas ironi yang ia saksikan langsung: saluran air yang seharusnya mengalir deras kini dipenuhi rumput tebal, membuat harapan panen semakin menipis.
Menurut Karman, masalah ini bukan hal baru. Kondisi parah saluran irigasi yang tertutup gulma dan lumpur tebal tersebut sudah berlangsung selama satu tahun penuh.
“Air sawah itu yang paling penting buat petani. Tapi sudah satu tahun ini, saluran irigasi kita seperti lubang semut,” keluh Karman saat ditemui di pematang sawah. “Kami kesulitan air. Bagaimana padi mau tumbuh maksimal kalau airnya minim begini.” cetusnya.

Tuntutan Petani Butuh Pemimpin dengan “Otak Pertanian”
Karman kampung genting Desa sukaringin kec sukawangi Bekasi menegaskan bahwa masalah irigasi yang mandek ini jauh lebih besar dari pada sekadar pekerjaan fisik.
Ia menilai petani Desa Sukaringin saat ini membutuhkan pemimpin yang memiliki visi dan komitmen nyata terhadap sektor pertanian.
Kami ini butuh orang yang bijak, bukan omong kosong,” tegasnya.
Rajab, penduduk Kampung Kedung Kedung RT 002 RW 001, Desa Sukaringin, berbagi kenangan manis tentang etos kerja petani di masa kecilnya.
Rajab bercerita bahwa dulu, sebelum musim tanam tiba, kebersamaan adalah pemandangan yang biasa dan wajib dilakukan.
“Waktu jaman saya masih kecil, Maah (dulu) saya sering lihat petani. Resep (senang) lihatnya,” kenang Rajab. “Kalau mau musim turun sawah, mereka pada guyub bareng-bareng benerin galuran aer (saluran air)!”
Menurut Rajab, membersihkan dan memperbaiki galengan (pematang) serta saluran irigasi bukan hanya tugas pemerintah atau pekerjaan individu, melainkan tradisi komunal yang dipegang teguh. Kebiasaan gotong royong ini memastikan bahwa air mengalir lancar dan merata ke seluruh petak sawah, menjadi kunci keberhasilan panen bersama.
Harapan Agar Semangat Guyub Kembali
Kenangan indah itu kini berbanding terbalik dengan kondisi yang dikeluhkan oleh petani seperti Karman, yang menyebut saluran irigasi saat ini hanya seukuran “lubang semut”. Kontras ini memunculkan pertanyaan: ke mana perginya semangat kebersamaan petani yang dulu sangat kuat?
Rajab mengatakan mengembalikan fungsi irigasi sama pentingnya dengan mengembalikan semangat guyub yang mulai pudar. Ia berharap, masalah irigasi yang mendera saat ini bisa menjadi pemicu bagi warga Sukaringin untuk kembali mengaktifkan tradisi gotong royong dan kesadaran kolektif dalam menjaga aset pertanian bersama.
Kami butuh dicari orang pintar, yang punya ‘otak pertanian’ sejati, agar pertanian di Desa Sukaringin bisa lebih maju lagi, seperti desa-desa tetangga yang lain.”ujarnya Karman
Karman dan petani lainnya berharap kritik keras ini dapat didengar oleh pihak berwenang. Mereka mendesak agar perbaikan dan normalisasi saluran irigasi segera dilakukan. Ketersediaan air yang memadai adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjamin ketahanan pangan di Desa Sukaringin.
(Red)











