KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT, LINGKARAKTUAL.COM – Kabupaten Bekasi kembali dihadapkan pada persoalan klasik yang tak kunjung tuntas: darurat sampah. Kali ini, sorotan publik tertuju pada pemandangan memprihatinkan di sisi jalan raya, tepatnya di seberang SPBU Gemalapik, sebelum flyover. Rabu (01/04/2026).
Tumpukan sampah terlihat menggunung dan dibiarkan begitu saja, padahal di lokasi kota, ini menciptakan kesan kumuh serta mencemari lingkungan sekitar.
Kondisi ini bukan hanya merusak estetika wilayah, tetapi juga menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar. Tak sedikit pengendara yang mengeluhkan pemandangan tersebut, terlebih lokasi berada di jalur yang cukup ramai dilintasi setiap harinya.
Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait. Sampah yang terus menumpuk diduga berasal dari pembuangan liar oleh oknum tidak bertanggung jawab, ditambah minimnya pengawasan serta fasilitas pengelolaan sampah yang memadai.
“Itu sampah sudah lama bang, saya bolak balik kerja setiap hari, dan sampah itu semakin hari semakin menumpuk, bau banget kalau pas habis kena gerimis.” Ujar salah satu pengendara saat di wawancara awak media lingkaraktual.com.
Warga pun mempertanyakan peran pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin kondisi ini akan berdampak pada kesehatan masyarakat dan memperparah citra Kabupaten Bekasi.
Diperlukan langkah cepat dan tegas, mulai dari penertiban pembuangan sampah liar, penyediaan tempat pembuangan yang layak, hingga edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin “darurat sampah” ini akan menjadi bom waktu bagi Kabupaten Bekasi.
Penulis: Yakub (Singa)_Nenadang











