Beranda News Hadapi Nataru, DPRD Jabar Harapkan Pemerintah Lakukan Antisipasi Kenaikan Harga

Hadapi Nataru, DPRD Jabar Harapkan Pemerintah Lakukan Antisipasi Kenaikan Harga

KOTA BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di beberapa pasar tradisional di Jawa Barat mulai merangkak naik, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Meski kondisi seperti ini merupakan pola tahunan, namun DPRD Jabar menilai tetap perlunya langkah antisipatif dari pemerintah agar tidak berdampak lebih besar kepada masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Saeful Bachri menyatakan bahwa fluktuasi harga sejumlah kepokmas terjadi menyusul adanya peningkatan kebutuhan masyarakat.

Juga adanya program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga membutuhkan pasokan kebutuhan dapur.

Berita Lainnya  GOKAR Buka Pendaftaran Driver dan Tenant, Verifikasi Dimulai 12 Maret

“Situasi seperti ini menjadi sulit diprediksi, sehingga kurang terantisipasi.

Akibatnya, kebutuhan MBG ikut menyasar pasar-pasar umum yang biasanya menyediakan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ucap Saeful Bachri, Senin (24/11/2025).

Saeful meminy pemerintah secepatnya harus bergerak untuk mengantisipasi kemungy lonjakan permintaan lebih tinggi, mengingat kebutuhan akhir tahun bersamaan dengan kebutuhan dari program MBG.

“Anggaran untuk MBG di Jabar mencapai Rp50 triliun setahun.

Kalau dapur MBG aktif semua, akan terjadi rebutan terutama untuk telur,” katanya.

“Pemerintah daerah harus segera menyiapkan langkah pengendalian harga dan memastikan ketersediaan pasokan agar gejolak harga tidak berlarut dan kebutuhan masyarakat tetap dapat memenuhi,” pungkas Saeful.

Berita Lainnya  Viral di Publik, Baru Dibongkar: Koordinasi Dinas Reklame di Karawang Dinilai Amburadul

Tercatat sejumlah harga komoditas melonjak.

Cabai telah menembus Rp70.000 per kilogram. Harga telur yang sebelumnya stabil di kisaran Rp28.000–Rp33.000. (no)

Editor: Humas Jabar.

Bagikan Artikel