KARAWANG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Suasana hangat dan penuh energi menyelimuti kediaman Pemimpin Redaksi Derap Hukum, Aswan Wally, di Perumahan Grand Arwiga Permai, Pangulah Selatan, Cikampek–Karawang. Minggu, (25/01/2026).
Di tempat inilah, Ketua Redaksi IWO Indonesia dan Redaksi Derap Hukum bertemu dalam sebuah silaturahmi yang bukan hanya membangun kedekatan emosional, tetapi juga menghidupkan semangat interaksi, kolaborasi, dan integritas tinggi dalam dunia pers.

Pertemuan berlangsung cair, dialogis, dan hidup. Tidak ada sekat hierarki, tidak ada ego redaksi. Semua duduk sejajar, berbicara terbuka, saling mendengar, dan saling menajamkan perspektif. Inilah wajah pers yang sehat: berinteraksi aktif, berdebat dengan gagasan, dan bersepakat dalam nilai.
Diskusi mengalir dari isu ringan hingga pembahasan serius mengenai rancangan masa depan dua media, termasuk penguatan karakter redaksi, peningkatan kualitas sumber daya wartawan, hingga peluang kerja sama liputan lintas daerah.
Setiap ide disambut dengan antusias, diuji secara kritis, lalu diperkaya bersama—sebuah proses yang mencerminkan kedewasaan dan integritas intelektual insan pers.
“Pers yang kuat lahir dari interaksi yang jujur dan keberanian menjaga integritas. Tanpa itu, media hanya menjadi papan pengumuman kepentingan,” menguat dalam forum silaturahmi tersebut.
Logo IWO Indonesia – Trusted Journalist yang hadir di tengah pertemuan seolah menjadi penegasan moral bahwa kepercayaan publik adalah harga mati. Sementara Derap Hukum meneguhkan perannya sebagai media yang konsisten mengawal isu hukum, keadilan, dan kepentingan masyarakat dengan sikap kritis namun bertanggung jawab.
Lebih dari sekadar rencana kerja sama, pertemuan ini menyalakan semangat kolektif:
membangun pers yang tidak hanya cepat menyajikan berita, tetapi tepat, berani, dan berintegritas tinggi.
Pers yang tidak alergi pada kritik, tidak tunduk pada tekanan, dan tidak tergoda kompromi yang mengorbankan nurani. Interaksi yang terbangun hari itu menjadi bukti bahwa kolaborasi bukanlah pelemahan independensi, melainkan penguatan nilai bersama.
Di tengah tantangan disrupsi digital, kriminalisasi wartawan, dan banjir informasi menyesatkan, dua redaksi ini sepakat untuk berdiri di garis yang sama: menjaga marwah pers dan memperjuangkan kebenaran.
Silaturahmi ditutup dengan semangat optimisme dan komitmen berkelanjutan untuk menindaklanjuti gagasan menjadi aksi nyata mulai dari sinergi liputan, penguatan jaringan pers, hingga forum diskusi rutin antarredaksi.
Dari Pangulah Selatan, Cikampek–Karawang, tersiar satu pesan kuat:
Pers yang berintegritas lahir dari interaksi yang hidup, keberanian bersikap, dan kesetiaan pada kebenaran.
Dan dari pertemuan ini, api semangat itu dinyalakan untuk hari ini, esok, dan masa depan jurnalisme yang bermartabat.
( E.Rahman Kalauw )











