Beranda Bencana Alam Banjir di Jalan Nasional Purwasari–Klari Karawang: Jalan Utama Berubah Menjadi Sungai, Kendaraan...

Banjir di Jalan Nasional Purwasari–Klari Karawang: Jalan Utama Berubah Menjadi Sungai, Kendaraan Tumbang, Warga Meradang, Pemerintah Dinilai Abai

KARAWANG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Karawang kembali diuji, bukan oleh kemacetan biasa, melainkan oleh genangan air yang menjelma menjadi banjir panjang di salah satu urat nadi ekonomi nasional.

Sepanjang Jalan Nasional dari arah Purwasari hingga Klari, Kabupaten Karawang, air menguasai badan jalan. Aspal yang seharusnya menjadi jalur mobilitas berubah menjadi hamparan air keruh setinggi betis orang dewasa, memaksa kendaraan melaju tertatih, sebagian menyerah, sebagian lain mati di tengah arus.

Dari pantauan di lokasi, deretan truk besar, bus antarkota, mobil pribadi, hingga sepeda motor terjebak dalam kemacetan padat yang nyaris tak bergerak.

Kendaraan roda dua jenis matic menjadi korban terbanyak. Puluhan pengendara tampak mendorong motornya yang mogok, basah kuyup, lelah, dan frustrasi. Mesin-mesin berhenti bukan karena usia, tetapi karena air yang terlalu lama dibiarkan menguasai jalan negara.

Berita Lainnya  Polres Tanah Karo Gelar Razia Gabungan Narkoba di Tempat Hiburan Malam

Banjir ini bukan datang tiba-tiba. Warga setempat menyebut genangan di kawasan tersebut bukan peristiwa baru, melainkan masalah menahun yang selalu terulang setiap hujan deras mengguyur Karawang dan sekitarnya.

Sistem drainase yang buruk, saluran air yang dangkal dan tersumbat, serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali disebut menjadi penyebab utama. Namun ironisnya, masalah yang berulang ini seolah tak pernah benar-benar ditangani hingga ke akar.

Di tengah kemacetan dan penderitaan warga, ketiadaan respons cepat dari pemerintah daerah menjadi sorotan tajam. Tidak terlihat rekayasa lalu lintas yang efektif, tidak ada pompa penyedot air darurat, bahkan kehadiran petugas pun dinilai minim. Kondisi ini memunculkan kemarahan publik.

Berita Lainnya  Ketua Umum dan Dewan Pembina DPP IWO Indonesia Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional dan HUT IWO Indonesia Ke-8

Warga dan pengendara menilai pemerintah daerah “menutup mata” terhadap penderitaan yang terjadi di depan mata, di jalan nasional yang seharusnya menjadi prioritas utama pelayanan publik.
Bagi para pekerja, banjir ini bukan sekadar keterlambatan. Ia adalah ancaman penghasilan.

Banyak buruh yang terlambat masuk kerja, sopir logistik kehilangan waktu dan biaya, distribusi barang tersendat, dan roda ekonomi tercekik oleh genangan yang seharusnya bisa dicegah. Jalan nasional bukan sekadar lintasan kendaraan, melainkan jalur kehidupan ribuan orang yang menggantungkan nasibnya setiap hari.

Secara intelektual, peristiwa ini mencerminkan kegagalan tata kelola infrastruktur dan mitigasi bencana perkotaan. Ketika banjir terus berulang di titik yang sama, maka persoalannya bukan lagi pada cuaca semata, melainkan pada perencanaan, pengawasan, dan keberanian mengambil keputusan.

Berita Lainnya  Ketua AWIBB DPD Jawa Barat “Jimy” dan Kuasa Hukum Woko, SH, Kecam Keras Kinerja Oknum Penyidik Polsek Sukatani yang Diduga Dinilai Lamban dan Tidak Konsisten

Negara hadir bukan hanya lewat papan nama proyek, tetapi lewat solusi nyata yang dirasakan rakyat.
Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenangi sebagian ruas jalan, kemacetan belum sepenuhnya terurai, dan keluhan warga terus mengalir seperti air yang tak kunjung surut.

Masyarakat Karawang kini menunggu lebih dari sekadar janji. Mereka menunggu tindakan, agar jalan nasional tidak lagi menjadi simbol kelumpuhan, dan banjir tidak terus menjadi cerita tahunan yang selalu berakhir dengan kalimat yang sama: “akan dievaluasi.

( E.R.Kalauw )

Bagikan Artikel