BEKASI, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || — Sejarah kepemimpinan Kabupaten Bekasi kembali menjadi sorotan. Dr. Asep Surya Atmaja resmi dilantik menjadi Bupati Definitif Kabupaten Bekasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Bale Gede, Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (23/10/2026).
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyinggung kemiripan perjalanan kepemimpinan Kabupaten Bekasi pada masa lalu dengan peristiwa yang terjadi saat ini.
KDM mengingatkan bahwa sebelumnya, Wakil Bupati Bekasi, almarhum Eka Supria Atmaja, menggantikan Neneng Hasanah Yasin sebagai Bupati Bekasi. Kini, peristiwa serupa kembali terjadi ketika Wakil Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, dilantik menjadi Bupati Definitif menggantikan Ade Kuswara Kunang.
“Dulu Bupati Neneng Hasanah digantikan Wakil Bupati H. Eka, kini Bupati nonaktif digantikan adiknya, Dr. Asep Surya Atmaja,” demikian inti pernyataan yang disampaikan dalam narasi ini merujuk pada sambutan Dedi Mulyadi.
Dedi menyampaikan, “Wakil bupati berubah jadi bupati, dari sebuah kasus yang sama, kemudian dulu yang menggantikan Neneng adalah kakaknya (Alm Eka Supria Atmaja), sekarang yang menggantikan Ade Kuswara adalah adiknya (dr. Asep Surya Atmaja).” Kata Dedi.
Estafet Kepemimpinan Kembali Berputar
Peristiwa tersebut mengingatkan masyarakat pada pergantian kepemimpinan Kabupaten Bekasi pada 2018–2019. Saat itu, Neneng Hasanah Yasin terseret perkara korupsi terkait perizinan proyek Meikarta, kemudian posisinya dilanjutkan oleh Wakil Bupati Eka Supria Atmaja.
Kini, setelah Ade Kuswara Kunang tersandung perkara hukum, Asep Surya Atmaja yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Bekasi resmi dilantik untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2025–2030.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Bekasi. Meski memiliki kemiripan, setiap pergantian kepemimpinan tetap berlangsung dalam konteks dan proses hukum yang berbeda.
Tantangan Bupati Definitif
Setelah resmi menjabat, Asep Surya Atmaja menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur, penataan lingkungan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam arahannya, Dedi Mulyadi juga meminta agar pelayanan kesehatan semakin mudah diakses masyarakat, pembangunan infrastruktur dipercepat, serta pengelolaan anggaran daerah dilaksanakan secara transparan dan profesional.
Masyarakat kini menantikan bagaimana Asep menjalankan amanah tersebut dan menghadirkan perubahan nyata bagi Kabupaten Bekasi.
Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar perubahan jabatan, melainkan juga momentum untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, menjaga integritas, dan memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama.
(Red)











