BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) menggelar pelantikan pengurus KPSTI se-Bandung Raya di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan Nomor 7–8, Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan pencak silat tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin, S.E., M.Pd., Dadan Sawarna, serta jajaran pengurus KPSTI dan sejumlah tokoh yang memiliki perhatian terhadap pelestarian seni bela diri tradisional.
Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan apresiasi terhadap upaya KPSTI dalam menjaga keberlangsungan pencak silat tradisional.
Menurutnya, pencak silat merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia yang harus terus dirawat dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Pelestarian pencak silat tradisional membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi, tokoh budaya, pelatih, serta masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas ruang pengembangan pencak silat sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd., menegaskan dukungan Pemerintah Kota Bandung terhadap upaya pelestarian dan pengembangan pencak silat tradisional.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berupaya melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan pencak silat tradisional sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Erwin menilai pencak silat tidak sekadar seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang penting dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, penghormatan, tanggung jawab, keberanian, dan kebersamaan menjadi bagian penting yang dapat ditanamkan melalui pembinaan pencak silat.
Ia juga menekankan bahwa Kota Bandung memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang harus dijaga bersama. Karena itu, kecintaan terhadap pencak silat perlu terus ditumbuhkan agar generasi muda tidak hanya mengenal seni bela diri tradisional, tetapi juga memahami filosofi dan nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya.
Senada dengan hal tersebut Ketua KPSTI Jawa barat, Drs. KH. Tetep Abdullatip menyampaikan bahwa pelestarian pencak silat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi, tokoh budaya, pelatih, hingga masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar pencak silat tradisional tetap berkembang dan semakin dikenal luas, khususnya di kalangan generasi muda Kota Bandung.
“Saya mengajak semua pihak untuk berkolaborasi membangun dan menumbuhkan rasa cinta terhadap pencak silat yang ada di Kota Bandung. Saya yakin, melalui pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan, generasi muda dapat tumbuh menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter kuat dan mencintai budaya bangsa,” tambahnya.
Menurutnya, pembinaan pencak silat tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknik bela diri dan prestasi. Lebih dari itu, pencak silat perlu menjadi sarana pendidikan karakter yang mengajarkan nilai-nilai budaya, etika, serta penghormatan terhadap sesama.
Pelantikan pengurus KPSTI se-Bandung Raya diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi, memperluas pembinaan, dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah serta komunitas budaya. Dengan demikian, pencak silat tradisional dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi, KPSTI diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam menjaga eksistensi pencak silat tradisional sekaligus menjadikannya sebagai salah satu kekuatan budaya yang membanggakan Kota Bandung dan Indonesia.











