BREBES, JAWA TENGAH | LANGKAP || LINGKARAKTUAL.COM || – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan masih terus terjaga di tengah masyarakat. Paguyuban Keluarga Besar BANI SUDAMUKSAR PLUS yang dibentuk sejak 6 Februari 2008 lalu, kembali menggelar pertemuan rutin silaturahmi di RT.05 RW.02, Dukuh Karangsempu, Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Minggu (05/10/2026).
Kegiatan yang mengusung slogan _”Duwe Ora Duwe, Selalu Jalin Tali Silaturahmi Kita – Semoga Tetap Eksis”_ ini dihadiri oleh puluhan anggota dari berbagai wilayah sebaran. Mulai dari Langkap, Kalierang / Pagenjahan, Cilibur, Ragatunjung / Cibangkang, Kretek / Karangmangu, Wanatirta / Kalisalak, hingga Watukarut / Kranggan.
Pantauan awak media di lokasi, suasana acara berlangsung sederhana namun penuh keakraban. Para sesepuh, bapak-bapak, ibu-ibu dan generasi muda duduk bersama di teras rumah warga. Ada yang duduk di kursi, ada pula yang lesehan beralaskan tikar, mencerminkan tradisi guyub yang masih kental di pedesaan.
Ketua M. Nasir Paguyuban Bani Sudamuksar Plus dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama dibentuknya paguyuban ini bukan sekadar kumpul-kumpul, melainkan untuk mempererat tali persaudaraan antar keturunan Bani Sudamuksar yang kini sudah menyebar di berbagai desa.
“Alhamdulillah, sejak 2008 sampai sekarang tahun 2026, sudah 18 tahun paguyuban ini tetap eksis. Prinsip kami _Duwe Ora Duwe_ yang penting silaturahmi tetap jalan. Kalau ada anggota yang hajatan, sakit, atau kena musibah, kita bantu bersama. Ini yang membuat kita kuat,” ujarnya di hadapan anggota.
Sementara itu, tuan rumah dari Dukuh Karangsempu, Desa Langkap menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, dengan adanya paguyuban, generasi muda jadi saling mengenal silsilah keluarga besar, tidak terputus hanya karena beda dukuh atau beda desa.
“Kami senang sekali acara arisan dan silaturahmi kali ini digelar di RT.05 RW.02 Karangsempu. Warga di sini sangat antusias. Harapannya anak cucu kita tetap tahu bahwa kita masih satu darah, satu leluhur dari Bani Sudamuksar,” kata salah satu tokoh sesepuh.
Selain arisan rutin dan doa bersama, dalam pertemuan tersebut juga dibahas beberapa agenda sosial, seperti santunan untuk anggota yang kurang mampu, rencana ziarah kubur bersama ke makam leluhur, serta pendataan anggota baru yang belum masuk daftar.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Para ibu-ibu terlihat membawa rantangan dan hidangan khas desa, menambah suasana kebersamaan semakin hangat.
Dengan tetap eksisnya Paguyuban Bani Sudamuksar Plus ini, diharapkan menjadi contoh bagi paguyuban keluarga lain di Kabupaten Brebes, bahwa di tengah perkembangan zaman dan kesibukan masing-masing, silaturahmi tetap harus menjadi prioritas utama.
Penulis, NAIMAH











