BEKASI, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Suasana pawai calon kepala desa di Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, memanas. Pawai terakhir yang diikuti calon nomor urut 4, Karnada, pada Rabu (16/9/2026), diwarnai keributan antara dua kelompok pendukung.
Dalam insiden tersebut, sejumlah simpatisan dari dua kubu disebut terlibat aksi saling baku hantam. Aparat keamanan yang berada di lokasi, termasuk Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polri, berupaya melerai keributan agar situasi tidak semakin meluas.
Bahkan, berdasarkan keterangan seorang warga berinisial A yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, seorang Babinsa disebut sempat terkena pukulan ketika berupaya melerai massa.

“Awalnya pawai berjalan damai. Ini merupakan pawai terakhir sebelum memasuki masa tenang untuk calon nomor urut 4, Karnada. Setelah rombongan menuju ke arah utara dan sampai di perbatasan desa, massa kemudian berbalik menuju selatan, ke arah Kantor Desa Sukarukun,” ujar A kepada awak media.
Menurut A, ketika rombongan melintas di wilayah Jagawana, massa pendukung Karnada disebut menggeber-geber sepeda motor di depan kediaman calon nomor urut 2, Edi Nurhaidi.

A mengatakan, tindakan tersebut kemudian mendapat teguran dari aparat keamanan dan sejumlah simpatisan kubu Edi Nurhaidi agar suara kendaraan tidak terlalu keras.
“Ketika ditegur, ada simpatisan yang tidak terima. Kemudian terjadi adu mulut dan keluar kata-kata yang tidak pantas. Situasi akhirnya memanas,” ungkapnya.
Keributan tersebut kemudian berlanjut menjadi aksi saling dorong hingga baku hantam antara sejumlah pendukung kedua kubu. Aparat keamanan berupaya memisahkan massa dan membubarkan kerumunan untuk mencegah terjadinya bentrokan yang lebih besar.

A menambahkan, setelah situasi berhasil dikendalikan, masing-masing pihak diminta menahan diri dan tidak memperpanjang persoalan.
“Para pihak dan perwakilan masing-masing kemudian dipanggil untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak calon nomor urut 4 Karnada maupun calon nomor urut 2 Edi Nurhaidi terkait insiden tersebut.
Situasi selanjutnya masih menunggu proses penyelesaian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
(Asun)











