KAB.GARUT, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Pemerintah Kabupaten Garut menyeleksi 24 peserta calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode 2026–2031 untuk memastikan pengelolaan zakat semakin profesional.
Seleksi kompetensi berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Garut, Kecamatan Karangpawitan dan dibuka Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.
Sebanyak 24 peserta yang lulus administrasi mengikuti ujian berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) serta penulisan makalah.
Abdusy Syakur Amin mengatakan pimpinan BAZNAS harus mampu mengelola amanah masyarakat secara profesional, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
BAZNAZ itu lembaga-lembaga yang harus dilaksanakan profesional, transparan, akuntable dan responsible.
Maka kita memerlukan orang-orang yang mengerti kemampuan itu untuk melaksanakan tata kelola BAZNAZ yang baik ke depan.
Karena ini adalah implementasi bagaimana negara menghadirkan lembaga keagamaan dalam aktivitas kemasyarakatan, ujar Abdusy Syakur Amin.
Ia menekankan seluruh tahapan seleksi harus berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan untuk memperoleh calon pimpinan terbaik.
“Jadi kami akan semaksimal mungkin melakukan pelaksanaan seleksi ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Garut Bambang Hafidz mengatakan seleksi mengacu Peraturan Menteri Agama (Permenag) Nomor 10 Tahun 2025.
Regulasi tersebut mengatur seleksi calon anggota BAZNAS serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota untuk memastikan proses berlangsung sesuai ketentuan.
Pelaksanaan CAT terintegrasi melalui Sistem Informasi Zakat (Simzak) Kementerian Agama Republik Indonesia sehingga peserta mengerjakan soal secara langsung.
“Jadi perlu kami laporkan juga, sampai detik inipun kami dari tim panitia tidak mengetahui, mengakses dan membuka bank data soal. Hanya yang bisa membuka hanyalah para peserta pada waktu pelaksanaan. Jadi bahwa indikasi kebocoran insyaallah 100% tidak ada,” jelas Bambang.
Dari 24 peserta tersebut, panitia akan menetapkan 20 peserta dengan nilai tertinggi sesuai hasil konsultasi bersama Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Dari 24 orang tersebut, sesuai dengan ketentuan hasil konsultasi dengan Kemenag Pusat, nantinya akan diambil 20 orang dengan nilai tertinggi,” pungkas Bambang.
Seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk mendapatkan calon pimpinan BAZNAS yang mampu mengelola zakat secara amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Garut.
Editor: Diskominfo Kab. Garut.
(D.Fer & Red)











