Beranda Komunitas Demi Akhiri Konflik, Diduga Warga Desak Pembentukan Ulang Yayasan MTs GUPPI Malintang

Demi Akhiri Konflik, Diduga Warga Desak Pembentukan Ulang Yayasan MTs GUPPI Malintang

KAB.MANDAILING NATAL, SUMUT || Lingkaraktual.com || – Malintang, Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, wali siswa dan warga setempat telah lama melayangkan protes keras terhadap pembentukan yayasan baru di madrasah tersebut karena dinilai cacat hukum dan mengabaikan prinsip transparansi. Bahkan menurut sumber terpercaya, diduga karna melanggar regulasi dan tabrak prosedur, legalitas yayasan baru MTs GUPPI Malintang diprediksi akan digugat sejumlah warga ke pihak berwenang.

Penolakan ini memicu desakan agar segera digelar rapat umum secara terbuka untuk merombak total struktur yayasan demi legitimasi dan legalitas yang absah agar masa depan madrasah lebih baik.

Berita Lainnya  Prabowo: Kita Hormati Kritik, tapi Tak Boleh Rusak Demokrasi

“Kami menganggap rapat pembentukan yayasan sebelumnya tidak sah, cacat hukum dan tidak prosedural karna digelar secara tertutup, penuh rekayasa dan sarat kepentingan pribadi/kelompok” tegas tokoh masyarakat bermarga nasution kepada pers 03/07, yang lalu dilokasi Pasar Malintang.

Warga lain juga mengungkap fakta berdasarkan akta hibah yang ada, tanah dan bangunan MTs GUPPI telah lama diwakafkan untuk kemaslahatan pendidikan masyarakat Malintang secara luas, bukan untuk diklaim oleh sekelompok orang atau ahli waris pendiri “Sejak awal namanya adalah Yayasan GUPPI, yang berarti milik umat. Pengklaiman sepihak saat ini melanggar amanah wakaf.

Berita Lainnya  Lapas Kelas IIA Karawang Raih Penghargaan sebagai Instansi Vertikal Teraktif di Media Sosial

Kami meminta yayasan ini segera dirombak melalui forum terbuka yang representatif” jelas warga bermarga Hasibuan menimpali.

Senada dengan itu, seorang wali murid bermarga Pulungan mendesak dilakukannya reposisi total.

Mereka menawarkan jalan tengah berupa musyawarah terbuka yang mengundang seluruh elemen desa, mulai dari aparat pemerintah desa (Pj Kades dan BPD), dewan guru, komite madrasah, wali murid,.tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga organisasi pemuda.

Musyawarah menyeluruh ini dinilai sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan konflik serta akan memberikan legitimasi hukum yang sah pada yayasan, serta mempercepat pemilihan kepala madrasah yang definitif menjelang tahun ajaran baru. “Sudah lebih 1 bulan, kepala madrasah sebelumnya Amir Mahmud mengundurkan diri dari jabatan karna diduga sarat masalah. Ironi, bagaimana masa depan madrasah ini ke depan? Jangan tambahi lagi penderitaan warga yang merasa miris dengan kondisi madrasah yang selama ini terpuruk. Segera gelar rapat terbuka dan rombak total struktur yayasan adalah solusi untuk kemaslahatan madrasah” tutupnya

Berita Lainnya  Pemkot Tangerang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Usai Kebakaran Pabrik Karet di Cipondoh

(Tim)

Bagikan Artikel