KARAWANG, JAWA BARAT, LINGKARAKTUAL.COM – Objek wisata Pulau Putri Karawang kembali menuai sorotan tajam dari para pengunjung. Alih-alih menikmati liburan, wisatawan justru mengeluhkan mahalnya tiket masuk yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi fasilitas di lokasi. Kamis (26/03/2026).
Sejumlah pengunjung mengaku kecewa setelah harus merogoh kocek cukup dalam, mulai dari tarif kendaraan hingga biaya tambahan lain yang dinilai tidak jelas.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik: apakah pengelolaan wisata tersebut sudah sesuai standar, atau justru terkesan seperti pungutan liar?
“Bayar mahal uang nya saja diambil tapi fasilitasnya minim. Jalan rusak, Jembatan amburadul dan membahayakan, parkir tidak jelas,” ujar “Ds salah satu pengunjung dengan nada kesal saat melintas jembatan rusak.

Tak hanya soal tarif, akses menuju lokasi wisata juga dikeluhkan. Akses jalan sangat sempit dan juga rusak dan belum memadai menjadi hambatan utama bagi wisatawan, digunakan untuk apakah uang tarif tiket masuk yang mahal.
Kondisi ini dinilai sangat ironis, mengingat potensi alam yang dimiliki Pulau Putri cukup besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan di wilayah Karawang.

Lebih miris lagi, fasilitas pendukung seperti area parkir, Toilet, keamanan, hingga sarana keselamatan disebut jauh dari kata layak. Pemerintah Desa Segarjaya mengapa tutup mata dalam kondisi tersebut.
Minimnya pengawasan membuat pengunjung merasa tidak nyaman, tidak ada fasilitas jaminan pengunjung, dikhawatirkan akan keselamatan mereka saat berwisata.

Kondisi tersebut diduga tidak terintegrasi sistem resmi, tiket diambil kembali, ini dikelola pihak lokal atau dugaan oknum pemerintah desa.
Di sisi lain, dugaan adanya pungutan tidak resmi semakin memperkeruh citra destinasi ini. Beberapa pengunjung mengaku diminta biaya tambahan yang tidak transparan, sehingga menimbulkan kesan negatif terhadap pengelolaan wisata tersebut.
Kondisi ini pun menuai reaksi keras dari masyarakat. Kritik tajam bermunculan di media sosial, menyebut bahwa pengelolaan wisata ini lebih mengedepankan keuntungan dibandingkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin Pulau Putri Karawang akan ditinggalkan wisatawan. Padahal, dengan pembenahan infrastruktur dan pengelolaan yang profesional, lokasi ini berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Dugaan tidak ada nya legalitas resmi dari pengelola terhadap tarif tiket masuk dan parkir, jika tiket masuk mahal mengapa fasilitas buruk dan infrastruktur tidak memadai,
Dimohon Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah daerah atau dinas terkait khsusunya Bupati karawang Aep Saepuloh segera turun ke lokasi, jika ditemukan adanya pungli mohon segera menindak tegas terhadap oknum pengelola tersebut.
Pihak dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Transparansi tarif, perbaikan fasilitas, serta peningkatan keamanan menjadi hal mendesak yang tidak bisa lagi diabaikan.
Penulis: Yakub (Singa)











