PEBAYURAN, KAB. BEKASI || LINGKARAKTUAL.COM || – Pemerintah Kecamatan Pebayuran menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Pebayuran Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2027. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (3/2/2026)
Acara berlikasi di Aula Kantor Kelurahan Kertasari, dan dihadiri unsur Muspika, kepala desa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga terkait.
Dalam sambutannya, Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, menegaskan bahwa persoalan banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi dan air kiriman dari Sungai Citarum masih menjadi tantangan serius di wilayah Pebayuran.

Ia menekankan pentingnya Musrenbang sebagai wadah strategis untuk menyerap aspirasi desa, khususnya terkait penguatan tanggul, perbaikan pintu-pintu air, normalisasi saluran, serta penanganan sedimentasi (eceng gondok) .
Sa’at di temui awak media lingkaraktual.com
“Melalui Musrenbang ini, kita fokuskan pada usulan-usulan prioritas, terutama penanganan tanggul rawan, saluran air, dan dampak luapan Sungai Citarum. Semua ini perlu direncanakan secara matang agar pembangunan ke depan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Hasyim Adnan Adha.
Sejumlah tokoh desa turut menyampaikan kondisi di wilayah masing-masing. Suhandi, Sekretaris Desa Karangharja, menyampaikan bahwa wilayah Desa Karangharja merupakan titik muara dari beberapa saluran air, sehingga saat hujan deras disertai air kiriman dari hulu, debit air meningkat drastis dan kerap meluap ke pemukiman warga.
Beberapa saluran air bermuara di wilayah Desa Karangharja. Ketika hujan deras dan air kiriman datang bersamaan, kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air, sehingga terjadi luapan dan banjir di lingkungan warga,” ungkap Suhandi.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh pendangkalan saluran, penyempitan aliran, serta banyaknya eceng gondok dan sedimentasi lumpur yang menghambat aliran air.
Pj sumber reja radim iryanto
Kami berharap melalui Musrenbang Kecamatan ini ada perhatian serius untuk normalisasi saluran, pembersihan eceng gondok, serta peningkatan kapasitas saluran air agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.” ujar Pj Radim Iryanto
Musrenbang Kecamatan Pebayuran 2026 diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, khususnya dalam upaya mitigasi banjir dan perlindungan wilayah-wilayah rawan di sepanjang saluran air dan bantaran Sungai Citarum. Seluruh usulan desa akan dirangkum dan dibawa ke tingkat kabupaten untuk ditindaklanjuti sesuai skala prioritas pembangunan.
Pewarta: Agung











