MUARAGEMBONG, KABUPATEN BEKASI || LINGKARAKTUAL.COM || – Tanggul Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti dan pantai sederhana Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, kembali jebol. menyebabkan ratusan rumah warga di dua desa terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 80-100 cm.
Peristiwa ini terjadi pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 23.50 WIB, dan 31 01 2026 setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.

Sa’at di temui awak media lingkar aktual news
Warga Desa Pantai Bakti, H. Amir, berharap pemerintah segera membangun tanggul permanen sepanjang Kecamatan Muara Gembong untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah agar segera dibangun tanggul tanggul sepanjang Kecamatan Muara Gembong,” ujarnya H. Amir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah melakukan penanganan darurat dengan menurunkan personel ke lokasi dan menyalurkan bantuan logistik. Namun, warga masih khawatir akan kemungkinan banjir susulan jika hujan terus mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyatakan bahwa penyebab jebolnya tanggul adalah kondisi tanah yang gembur dan erosi, serta meningkatnya debit air Sungai Citarum. BPBD telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk melakukan penanganan lanjutan.
Akibat dampak banjir Ratusan rumah warga di dua desa terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 80-100 cm.
Akses Jalan Terputus Akses jalan utama desa terendam, mengganggu aktivitas masyarakat
Pertanian dan Perikanan Terancam Ribuan hektare tambak dan sawah berpotensi mengalami gagal panen.
Penanganan SementaraWarga dan petugas BPBD melakukan penanganan sementara dengan menggunakan karung pasir dan bambu.
Koordinasi dengan BBWS Citarum BPBD telah berkoordinasi dengan BBWS Citarum untuk melakukan penanganan lanjutan.
H, Amir tokoh masyarakat dan para warga berjibaku memuatkan tanah ke dalam karung yang pungsi nya untuk membendung tanggul yang jebol setidak nya walaupun tidak tertutup dengan maksimal tapi bisa mengurangi debit air yang masuk ke permukiman warga.
Hingga sa’at ini banjir masih merendam dua desa dan warga sebagian sudah ada yang mengungsi salah satu warga saya berharap bentuk perhatian nya dari pemdes maupun kabupaten bekasi untuk secepat nya perbaikan tanggul saya sudah bosan setiap sungai citarum meluap selalu cemas,ujar warga.
Mudahan mudahan untuk kedepan ketika sungai citarum meluap tidak ada lagi tanggul yang jebol,
Seperti sekarang ini,
Pewarta: Agung











